Thursday, July 1, 2010

~ WheN you Say....Then Allah TeLLs You...~


in the name of ALLAH, most gracious,most merciful...

When you say... " I can't solve this..."
Allah tells you... " I will direct your path..."

When you say... " It's impossible "
Allah tells you... " everything is possible "

When you say... " I fell all alone "
Allah tels you... " Never will I leave you, never will I forsake you "

When you say... " I can't do it..."
Allah tells you... " You can do everything through me, I gives you the strength"

When you say... " I don't deserve forgiveness..."
Allah tells you... " I have forgiven you"

When you say... " I am afraid "
Allah tells you... " Do not fear, for I am with you; I will strengthen you and help you "

When you say... " I am tired "
Allah tells you... " Come to me, all you who are weary and burdened, and I will give you rest "

When you say... " No one really loves me "
Allah tells you... " I love you "

When you say... " I don't know how to go on... "
Allah tells you... " I will show you the path "

When you say.. " What path does Allah have for me?"
Allah tells you... " Adopt the Islamic path "

...and when you want to know everything else Allah wants to tell you...
Read the Qur'an

Permata: Share this message...You will give the gift of life. May Allah Bless You

Tuesday, June 29, 2010

~ PeremPuaN ni LeceH Ke? ~


Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang...

Alhamdulillah, tika ku membelek-belek koleksi artikel dalam lappy kesayangan, tetibe terjumpa la satu artikel ni..ku kongsikan entri ini buat kalian semua..ayuh kita sama2 hayati dan fahaminya... artikel ni agak panjang, harap kalian sabar membacanya...baca jangan tak baca ya! Nescaya rugilah bagi mereka yang dah ziarah dan singgah di blog ni tapi tidak membacanya... REad it first ok? ( jangan lupa angguk ye...hee)

1..2..3..Start reading_

"Leceh betullah orang perempuan ni. Tegur sikit dah merajuk. Kena pujuk, nasihat lembut-lembut, cakap baik-baik... hai leceh betul. Tetapi kalau dibiarkan menjadi-jadi pulak! Kita punya kerja pun dia nak langgar. Buat kerja ikut semangat, tak pandang kiri kanan lagi." "Eh, apa yang kau ngomelkan ni Fuad? Siapa yang buat hal kali ni?" "Staf aku si Lina tu lah. Baru tegur sikit, dah monyok. Hari ni dah tak datang kerja. Susahlah macam ni. Kerja pejabat akan terganggu." "Entah-entah dia ada hal lain. Engkau belum siasat dah jump to conclusion."

"Alaah... orang perempuan memang macam tu. Kan Nabi pun kata yang orang perempuan tu ibarat tulang rusuk yang bengkok? Sebab dia bengkoklah orang perempuan suka buat perangai. Kita nak luruskan nanti takut patah pulak. Kalau dibiarkan terus, makin bengkoklah. Hai susah, susah." "Jangan cakap macam tu, Fuad. Maksud Hadis to bukan begitu."

"Eh, kan Hadis itu sudah lumrah diperkatakan? Apa yang tak kena pulak, Naim?" "Maksud aku begini. Menafsirkan Hadis itu seolah-olah orang perempuan tu memang Allah ciptakan sebagai satu golongan yang "disadvantaged" atau terkurang seperti yang engkau cakapkan seolah-olah mengatakan yang Allah itu berat sebelah. Walhal Allah itu Maha Adil dan Dia ciptakan lelaki dan perempuan itu sama sahaja dari segi kemampuan mereka untuk meningkatkan iman dan menjadi hamba Allah yang bertaqwa.

Bengkok yang disebut di dalam Hadis itu bukan bermakna yang mereka itu sentiasa cenderung ke arah melakukan perkara-perkara yang tidak baik. "Buktinya, apabila Rasulullah s.a.w. datang membawa ajaran Islam, baginda menaikkan taraf perempuan yang sebelum itu dianggap "golongan yang tak berguna" kepada 'sayap kiri' kepada masyarakat. Baginda ada memberikan tugas-tugas yang penting kepada orang perempuan, terutama bila kaum lelaki keluar berperang. Sebagai sayap kiri, tentulah mereka diiktiraf seimbang dengan sayap kanan."

"Tapi, memang orang perempuan kuat merajuk. jenuh kita nak layan dia." "Merajuk bukan berlaku pada orang perempuan saja. Orang lelaki juga kuat merajuk. Mungkin cara merajuk atau cara 'protes' tu yang tak sama. Punca merajuk sebab iman lemah, bukan sebab jantina. "Lagipun, apa salahnya kalau kita tegur orang perempuan dengan berlemah-lembut dan berhikmah. Bukankah begitu tuntutan Islam. Kalau kita marah-marah sehingga mereka merajuk, bukan mereka yang salah, tetapi kitalah yang salah. Entah-entah waktu itu kita lebih 'bengkok' daripada mereka!"

"Eh, eh engkau ni. Asyik nak bela orang perempuan aje." "Aku bukannya nak bela siapa-siapa. Aku cuma nak betulkan pemahaman yang tidak betul terhadap Hadis tu." "Apa maksud sebenar Hadis tu?" "Orang perempuan yang diibaratkan seperti tulang rusuk yang bengkok itu bukan bermakna satu kekurangan, tapi sebenarnya adalah satu 'penyempurnaan'. Sepertimana juga usus manusia yang berlipat-lipat dan berlingkaran itu bukanlah satu ketidakbetulan tetapi begitulah keadaan usus yang sempurna. Bengkoknya tulang rusuk itu kerana ia bersifat 'pelindung'. la melindungi organ-organ penting di dalain tubuh manusia seperti jantung, paru-paru, hati dan limpa. Kalau tulang kakilah yang diletakkan di dada manusia, sudah tentu ia tidak dapat berperanan sepertimana tulang rusuk yang bengkok itu "

"Oh begitu. Jadi bila Nabi katakan yang orang perempuan itu seperti tulang rusuk yang bengkok, baginda hanyalah hendak memperlihatkan perbezaan peranan mereka berbanding lelaki?" "Begitulah. Selain itu, maksud 'tulang rusuk yang bengkok' itu ialah sifat 'rahmah'. "Ini bermakna bengkoknya wanita ialah sifat semulajadi yang Allah ciptakan untuk wanita agar dia dapat memainkan peranan yang tidak dapat dimainkan oleh lelaki. Orang perempuan itu sifat semula jadinya penyayang. Perasaannya halus. Kerana adanya sifat-sifat itu, orang perempuan boleh sabar menjaga dan melayan anak-anaknya yang berbagai kerenah.

Mereka juga sabar dan tekun melakukan kerja-kerja rumah yang mungkin kepada kita sangat membosankan." "Begitu jugalah di dalam masyarakat, orang perempuan sangat sesuai menjadi guru, jururawat, dan apa juga bidang yang dalam kemampuannya. Oleh itu jangan cuba buang sifat "bengkok" ini daripada orang perempuan dengan memberikan mereka tugas-tugas yang tidak sesuai. Kalau tulang rusuk sudah patah, organ-organ yang penting tadi tidak akan selamat.

"Jadi peranan mereka sebenarnya penting. Bayangkanlah betapa besar peranan dan jasa ibu yang menjaga dan mengasuh kita dari kecil hinggalah besar" "Hmm, betul tu Naim." "Sebenarnya tiada siapa yang 'bengkok' mengikut tafsiran yang engkau gunakan. Bengkok atau tidaknya seorang lelaki atau perempuan itu bergantung kepada iman dan akhlaknya.

Orang lelaki kalau tidak berusaha untuk membuang sifat-sifat yang terkeji di dalam dirinya pun akan jadi bengkok juga, malah lebih bengkok dari orang perempuan yang ada usaha membaiki dirinya." "Baru aku sedar, akulah yang bengkok. Asyik marah-marah dan tidak sabar" "Memang tidak sepatutnya kita lihat orang lain itu lebih 'bengkok' daripada kita.

Sebaliknya kita patut sentiasa merasakan yang kitalah yang lebih 'bengkok' daripada semua orang lain di muka bumi ini... "

Permata: tak de apa2 pesanan da..kome mandai2 la fikir sendiri ye...(^_~)

Friday, June 25, 2010

~ MaNgkuk Nafsu ~


Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang...

Tersebutla kisah...

Seorang raja bersama pengiringnya keluar dari istananya untuk menikmati udara pagi. Dikeramaian, ia berjumpa dengan seorang pengemis. Sang raja menyapa pengemis ini:
Apa yang engkau inginkan dari dariku?

Si pengemis itu tersenyum dan berkata: Tuanku bertanya, seakan-akan tuanku dapat memenuhi permintaan hamba.

Sang raja terkejut, ia merasa pelik: Tentu saja aku dapat memenuhi permintaanmu. Apa yang engkau minta, katakanlah!

Maka menjawablah sang pengemis: Berfikirlah dua kali, wahai tuanku, sebelum tuanku menjanjikan apa-apa.

Rupanya sang pengemis bukanlah sembarang pengemis. Namun raja tidak merasakan hal itu.Timbul rasa angkuh dan tak senang pada diri raja, kerana mendapat nasihat dari seorang pengemis.

Sudah aku katakan, aku dapat memenuhi permintaanmu. Apapun juga! Aku adalah raja yang paling berkuasa dan kaya-raya.

Dengan penuh kejujuran dan kesederhanaan si pengemis itu menghulurkan mangkuk penadah sedekah: Tuanku isilah apa yang tuanku hendak bagi kepada hamba di dalam mangkuk ini,

Amboi! Raja menjadi geram mendengar kata-kata pengemis dihadapannya. Segera ia memerintahkan bendahara kerajaan yang ikut dengannya untuk mengisi penuh mangkuk pengemis kurang ajar ini dengan emas! Kemudian bendahara menuangkan emas dari pundi-pundi besar yang di bawanya ke dalam mangkuk sedekah sang pengemis. Anehnya, emas dalam pundi-pundi besar itu tidak dapat mengisi penuh mangkuk sedekah itu.

Tidak mahu malu di hadapan rakyatnya, sang raja terus memerintahkan bendahara mengisi mangkuk itu. Tetapi mangkuk itu tetap kosong. Bahkan seluruh perbendaharaan kerajaan: emas, intan berlian, telah habis dilahap mangkuk sedekah itu. Mangkuk itu seolah tanpa dasar, berlubang.

Dengan perasaan tak menentu, sang raja jatuh bersimpuh di kaki si pengemis, bukan pengemis biasa, lalu ia bertanya :

Sebelum berlalu dari tempat ini, dapatkah tuan menjelaskan terbuat dari apakah mangkuk sedekah ini?

Pengemis itu menjawab sambil tersenyum:
Mangkuk itu terbuat dari keinginan manusia yang tanpa batas. Itulah yang mendorong manusia senantiasa bergelut dalam hidupnya. Ada kegembiraan, keinginan memuncak di hati, pengalaman yang mengasyikkan kala engkau menginginkan sesuatu. Ketika akhirnya engkau telah mendapatkan keinginan itu, semua yang telah kau dapatkan itu, seolah tidak ada lagi ertinya bagimu. Semuanya hilang ibarat emas intan berlian yang masuk dalam mangkuk yang tak beralas itu. Kegembiraan, keinginan, dan pengalaman yang mengasyikkan itu hanya tatkala dalam proses untuk mendapatkan keinginan. Begitu saja seterusnya, kemudian datang keinginan baru. Orang tidak pernah merasa puas. Ia selalu merasa kekurangan. Kurang, kurang dan kurang…

Raja itu bertanya lagi :
Adakah cara untuk dapat menutup alas mangkuk itu?
Ya ada, iaitu rasa syukur kepada Allah SWT. Jika engkau pandai bersyukur, Allah akan menambah nikmat padamu ,Ucap sang pengemis itu, sambil ia berjalan kemudian menghilang dari mata khalayak.

"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni'mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni'mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (14:7)

Permata : Ya Allah, jadikanlah kami dalam kalangan hambaMu yang bersyukur~

~WaRkaH Buat Kalian~