Friday, June 25, 2010

~ MaNgkuk Nafsu ~


Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang...

Tersebutla kisah...

Seorang raja bersama pengiringnya keluar dari istananya untuk menikmati udara pagi. Dikeramaian, ia berjumpa dengan seorang pengemis. Sang raja menyapa pengemis ini:
Apa yang engkau inginkan dari dariku?

Si pengemis itu tersenyum dan berkata: Tuanku bertanya, seakan-akan tuanku dapat memenuhi permintaan hamba.

Sang raja terkejut, ia merasa pelik: Tentu saja aku dapat memenuhi permintaanmu. Apa yang engkau minta, katakanlah!

Maka menjawablah sang pengemis: Berfikirlah dua kali, wahai tuanku, sebelum tuanku menjanjikan apa-apa.

Rupanya sang pengemis bukanlah sembarang pengemis. Namun raja tidak merasakan hal itu.Timbul rasa angkuh dan tak senang pada diri raja, kerana mendapat nasihat dari seorang pengemis.

Sudah aku katakan, aku dapat memenuhi permintaanmu. Apapun juga! Aku adalah raja yang paling berkuasa dan kaya-raya.

Dengan penuh kejujuran dan kesederhanaan si pengemis itu menghulurkan mangkuk penadah sedekah: Tuanku isilah apa yang tuanku hendak bagi kepada hamba di dalam mangkuk ini,

Amboi! Raja menjadi geram mendengar kata-kata pengemis dihadapannya. Segera ia memerintahkan bendahara kerajaan yang ikut dengannya untuk mengisi penuh mangkuk pengemis kurang ajar ini dengan emas! Kemudian bendahara menuangkan emas dari pundi-pundi besar yang di bawanya ke dalam mangkuk sedekah sang pengemis. Anehnya, emas dalam pundi-pundi besar itu tidak dapat mengisi penuh mangkuk sedekah itu.

Tidak mahu malu di hadapan rakyatnya, sang raja terus memerintahkan bendahara mengisi mangkuk itu. Tetapi mangkuk itu tetap kosong. Bahkan seluruh perbendaharaan kerajaan: emas, intan berlian, telah habis dilahap mangkuk sedekah itu. Mangkuk itu seolah tanpa dasar, berlubang.

Dengan perasaan tak menentu, sang raja jatuh bersimpuh di kaki si pengemis, bukan pengemis biasa, lalu ia bertanya :

Sebelum berlalu dari tempat ini, dapatkah tuan menjelaskan terbuat dari apakah mangkuk sedekah ini?

Pengemis itu menjawab sambil tersenyum:
Mangkuk itu terbuat dari keinginan manusia yang tanpa batas. Itulah yang mendorong manusia senantiasa bergelut dalam hidupnya. Ada kegembiraan, keinginan memuncak di hati, pengalaman yang mengasyikkan kala engkau menginginkan sesuatu. Ketika akhirnya engkau telah mendapatkan keinginan itu, semua yang telah kau dapatkan itu, seolah tidak ada lagi ertinya bagimu. Semuanya hilang ibarat emas intan berlian yang masuk dalam mangkuk yang tak beralas itu. Kegembiraan, keinginan, dan pengalaman yang mengasyikkan itu hanya tatkala dalam proses untuk mendapatkan keinginan. Begitu saja seterusnya, kemudian datang keinginan baru. Orang tidak pernah merasa puas. Ia selalu merasa kekurangan. Kurang, kurang dan kurang…

Raja itu bertanya lagi :
Adakah cara untuk dapat menutup alas mangkuk itu?
Ya ada, iaitu rasa syukur kepada Allah SWT. Jika engkau pandai bersyukur, Allah akan menambah nikmat padamu ,Ucap sang pengemis itu, sambil ia berjalan kemudian menghilang dari mata khalayak.

"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni'mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni'mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (14:7)

Permata : Ya Allah, jadikanlah kami dalam kalangan hambaMu yang bersyukur~

Saturday, June 19, 2010

~ Kita SebeNarnya... ~


Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang...

Kita sebenarnya... lebih gembira menyambut 1 Januari daripada 1 Muharram
kita sebenarnya... .lebih tahu apa itu 14 Februari daripada 12 Rabulawal
Kita sebenarnya... lebih membesarkan hari Sabtu dan Ahad dari hari Jumaat
Kita sebenarnya... lebih khusyuk mendengar lagu daripada mendengar azan
Kita sebenarnya... lebih suka lepak, tidur, tengok tv daripada sembahyang dan mengaji
Kita sebenarnya... lebih tahu tentang artis pujaan kita daripada nama-nama nabi Allah
Kita sebenarnya... lebih suka menyebut hello! daripada assalamualaikum..
Kita sebenarnya... lebih suka dangdut, rap, hip-hop dll daripada berwirid atau bertahmid
Kita sebenarnya... lebih suka memuji manusia daripada tuhan kita sendiri
Kita sebenarnya... lebih suka membaca majalah hiburan daripada buku-buku agama
Kita sebenarnya... lebih suka ke konsert, karaoke daripada ke ceramah agama
Kita sebenarnya... lebih suka memaki, mengumpat orang daripada memuji mereka
Kita sebenarnya... lebih suka mencarut, daripada menyebut MasyaAllah
Kita sebenarnya... lebih suka kemungkaran daripada membuat kebaikan
Kita sebenarnya... lebih bangga dengan kejahilan kita daripada bersyukur dengan keimanan kita
Kita sebenarnya... lebih cintakan dunia daripada urusan akhirat

TETAPI bila orang tanya arah tujuan kita, kita pasti akan jawab bahawa...
KITA SEBENARNYA... .lebih suka menuju ke SYURGA daripada NERAKA..

Permata : Maka, Layakkah kita dengan Syurga milik Allah?

Tuesday, June 15, 2010

~ Dari Mereka ~

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang...

Alhamdulillah..akhirnya sudah selesai tugasku dalam menyiapkan laporan Kem Insan Rabbani 2010 di SMK Yaacob Latif, Cheras. Alhamdulillah..Untuk entri kali ini sengajaku ingin berkongsi feedback daripada para peserta kem tersebut bersama kalian...banyak lagi komen dan cadangan yang diberikan namun inilah yang terpilih..

Sila klik pada image tuk image yg lebih besar...
















Permata: Rindu pula pada adik-adik di SMK Yaacob Latif...

~WaRkaH Buat Kalian~